TES PAI KLS 7

Jumat, 26 Maret 2010

Nabi Ilyas AS dan Nabi Ilyasa AS

Nabi Ilyas AS
Ilyas adalah salah seorang nabi dari kalangan Bani Israel. Ia adalah keturunan Harun, dan membimbing kaumnya di lembah timur Sungai Yordan. Saat itu masyarakatnya telah meninggalkan agama, dan kembali menyembah patung secara tidak rasional. Mereka menamai patung itu Ba'al, sehingga tempat tinggalnya dinamai Ba'labak. Ilyas menyeru masyarakatnya untuk meninggalkan berhala tersebut. Namun mereka mengabaikannya. Secara arogan mereka malah menantang agar Tuhan yang disembah Ilyas menurunkan bencana kekeringan. Benar, kekeringan pun mendera masyarakat setempat. Kelaparan terjadi di mana-mana. Ilyas saat itu tetap mempunyai makanan dan minuman berkecukupan.
Alih-alih menyadari kekeliruan, mereka malah mengejar Ilyas. Nyaris Ilyas tertangkap, namun ia selamat setelah bersembunyi di rumah seorang pemuda, Ilyasa, yang kelak juga akan menjadi rasul. Baru beberapa tahun kemudian, Ilyas berhasil menyakinkan warganya. Jika menghendaki kemakmuran, masyarakat agar meninggalkan berhala tersebut dan hanya menuhankan Sang Pencipta. Masyarakat pun mengikuti seruan tersebut. Kemakmuran pun mendatangi masyarakat setempat.
Kisah ini mengajarkan bahwa kesuksesan dan kemakmuran dunia-akhirat akan terwujud bila masyarakat benar-benar menuhankan Allah Sang Pencipta, serra meninggalkan 'berhala' apapun. Padahal manusia sekarang cenderung menjadikan berbagai hal seperti karir, kekayaan materi, hingga popularitas sebagai berhala.

Nabi Ilyasa AS
Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania.
Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas tersebut begitu Ilyas meninggal.
Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa


0 komentar:

Posting Komentar

my Child

?????:

sumbere background